Nilai Santun Para Cikal Calon Pemimpin Negeri

27 Oct 2008

Tidak lama lagi pesta demokrasi rakya Indonesia untuk menentukan siapa yang akan memimpin mereka sudah direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 09 April 2009, jelas sudah kita telah banyak membaca dan mendengar bahkan melihat dari berbagai layanan informasi, tokoh-tokoh politik yang diusung parpol mulai unjuk visual di berbagai mass media, koar-koar keberpihakan kepada masyarakat kecil dan betapa pedulinya mereka terhadap masalah social di Negara ini, janji merubah keadaan yan lebih baik, perekonomian yang stabil dan merata, kesenjangan social yang menipis, pendidikan yang berkualitas dan terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan menggandeng para jajaran rakyat garis pinggir berharap mendapatkan suara terbanyak, karena jumlah terbanyak dari rakyat Indonesia adalah dari kalangan termarjinalkan, siapa yang bisa merebut hati si miskin maka 40% dari suara rakyat Indonesia akan dia dapatkan, menakjubkan.

Di denyut domokrasi kita masih berjalan sebuah Demokrasi Transaksional dimana pratik jual-beli dalam memperebutkan nomor urut caleg, sehingga ini hanya menjadi kesempatan para pelaku politik praktis yang berDuit, jelas sudah para peserta antrian calon legislative yang melakukan praktik Demokrasi Transaksional telah membeli tiket bermimpi dalam menduduki kursi parlemen, begitu banyak uang yang dia (caleg) keluarkan.. bukankah itu jelas begitu banyak juga angan dan mimpinya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak dan waktu yang singkat pula, nah.. itulah dirimu wahai para calon pemimpin negeri ini.

Betapa ber-akhlak mulya nya dikau wahai Caleg, hatimu bagai peri kahyangan yang sangat lembut, tuturkatamu menyentuh hati yang lemah seakan engkaulah yang hanya membela dan mengerti derita mereka…., jangan kau khianati kepercayaan mereka, karena doa orang-orang tertindas didengarkan oleh sang pencipta, dan sesungguhnya Dia lebih tahu apa isi hatimu, renungkan..!

Simiskin menidurkan anaknya yang kelaparan dibalik sebuag tumpukan papan triplex dilingkungan yang kumuh dan berdoa dalam hatinya berikan kami sedikit (sedikit saja), nikmat seperti yang mereka rasakan. Sedang di ruangan berpendingin ruangan dengan fasilitas yang lengkap serta berlabel LUX, para elite politik dan pejabat di Negara ini berebut kekuasaan yang menjanjikan kekayaan dari tumpukan mayat sang miskin dan tertindas di negeri ini. Bukalah mata hati mu.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post