Thanks for My Hero, 10 Nov 2008

10 Nov 2008

63 tahun silam (10 November 1945) menjadi momentum bersejarah bagi bangsa ini {Indonesia} dalam mengusir segala bentuk ketertindasan dari para penjajah, sepuluh November merupakan sebuah perwujudan sebuah sikap tegas dari apa yang sebenarnya pembelaan.

Hari_pahlawan

85 hari setelah di kumandangkannya Proklamasi {17 agustus 1945} oleh Ir. Sukarno (red. mantan presiden RI), membuat tidak tenang perasaan penjajah akan kehilangan daerah yang Big Potentials, rongrongan untuk kembali menduduki bangsa ini terus bergulir, para pahlawan yang telah gugur dalam medan pertempuran dan membela tanah air ini memiliki sebuah Tekad dan Semangat yang membara dalam sanubari, bagi mereka kemerdekaan hari ini bukan milik mereka tapi warisan yang harus diterima oleh anak cucu dan generasi penerus bangsa ini, betapa mulia hati dan jiwa mu wahai pahlawanku semoga engkau mendapatkan tempat yang mulia disisi Nya, karena apa yang telah kau perjuangkan 63 tahun yang lalu sampai sekarang anak cucu mu rasakan nikmat hidup dengan kemerdekaan.

Dengan momentum 10 November mari kita kuatkan lagi semangat untuk terus membangun negeri ini, menjaga dari segala bentuk rongrongan perpecahan, disintegrasi bangsa, dan per-Blok-an suatu kelompok dan golongan, karena tanpa sebuah kesatuan dan persatuan ke-merdekaan 63 tahun silam sulit untuk di dapatkan selain dari itu sebagai Karunia yang maha kuasa, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan nya.

Masih banyak dari cita-cita pejuang dan para pahlawan yang belum terwujud, kemerdekaan adalah sebuah gerbang untuk menuju negara yang adil, makmur, dan berdaulat. Untuk dapat adil harus patuh terhadap segala peraturan dan per undang-ungdangan, untuk makmur kita harus menegakkan ke-adilan, jika suatu Negara sudah adil dan makmur maka semestinya akan menjadi Negara yang berdaulat.

kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan potret buruk dari sebuah negara yang belum menegakkan keadilan, yang lemah tertindas yang kuat menindas, dengan melemparkan tuduhan karena mereka “malas” untuk berusaha…, mengapa mereka menghujat demikian pada kaum yang termarjinalkan ?? jawabnya adalah keadilan sudah mati pada sanubari mereka. Maka jika yang bercokol di tampuk penguasa negeri ini (Presiden, Birokrat, yuridis, legislatif,..etc) adalah orang-orang yang telah mati rasa keadilannya maka yang akan kita saksikan adalah sebuah hajatan besar bagi para pemimpin kita dalam memperkaya diri dan keluarga sendiri…!!.

Para pemuda dan sebagai calon dari pemimpin negeri ini, jangan jadikan enkau seorang pejuang untuk dirimu dan golongan mu sendiri, karena jika kau berjuang untuk pewaris dari negeri ini maka jiwamu akan bersama dengan para pahlawan negeri ini di sisi Nya yang layak. (semoga)

Semoga segala yang telah kau (red. Pahlawan dan para pejuang) korbankan akan dibalas oleh yang maha kuasa, mungkin jiwa mu yang tenang di sana menyaksikan anak cucumu yang telah menikmati hasil dari jerih jasamu wahai pahlawan ku.

Selamat Hari Pahlawan.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post