Ibu, dan harapan yang takkan pupus

22 Dec 2008

22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, betapa mulianya sosok ibu yang mengandung, melahirkan, merawat dan menjaga diwaktu kita tidak bisa apa-apa, memberikan pendidikan akhlak dan yang tak henti-hentinya berdoa untuk semua kebaikan anak-anak nya.

Suatu perjalan yang merenyuhkan hati, sekitar 2 tahun yang lalu di sebuah desa di kaki gunung Lawu di sekitar wilayah Magetan, saya melihat ibu-ibu yang sudah berusia lanjut berjalan menyusuri lereng perbukitan kaki gunung, dipunggung nya ditimpakan beban yang menjulang 3x lebih tinggi dari postur tubuhnya, begitulah rutinitas petani di sini (red. lereng gunung lawu) jika akan membawa hasil kebun untuk di jual ke pasar sekitar.

Dari kejadian diatas saya bertanya di JalanSempit dalam angan ku, kemana putra dan putri mereka saat ini, apakah anak-anak mereka sudah tiada lagi di dunia ini, apakah mereka tidak memiliki ??, seandainya mereka memiliki putra yang perkasa bak Sena dan melihat wanita yang telah membawa di kedunia yang fana ini menyusuri lereng bukit yang diatas punggung nya menggelayut beban yang harus dia bawa agar hidup dapat terus berjalan, meskipun dalam keadaan renta sehingga membawa beban yang seberat itu jarak antara tanah dan dada hanya sekitar jengkal orang dewasa…air mata hati mengalir dalam kebisuan suasana pegunungan saat ku menyaksikan lukisan kehidupan.

kuli.jpg

Seorang ibu terus berjuang untuk kehidupan tanpa membebankan kepada anak nya, yang sudah seharus nyalah seorang anak membalas kebaikan sewaktu di tergolek tak berdaya sampai dia memiliki kemampuan untuk mengarungi dunia ini, mari dengan momentum Hari Ibu ini kita introfeksi kedalam diri kita masing-masing, telah berbuat baikkah kita kepada orang tua kita ??, sampai hari ini saya selalu merenung… apakah aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku sampai mereka menutup mata, akan kah suatu saat wanita yang mendampingiku juga merasakan mereka sebagai orang tua sama seperti ku ??.

Disadari atau terlupakan oleh kehidupan yang semakin menggulung, kita sering melupakan orang tua kita, baik itu perhatian ataupun doa, jika saya berdoa , maka didalam doa ku terucap “Ya allah, jangan kau jadikan aku manusia dengan kebahagian yang tidak bisa membahagiakan kedua orang tua ku“. kawan, sahabat, saudara sudahkah kita hari ini mengucapkan Hari Ibu kepada orang tua kita. ??


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post