Blogger & Sastrawan

25 Feb 2009

Blogger yaitu seseorang yang memiliki halaman blog (web blog), mem posting dan memelihara tulisan ataupun halaman web blog tersebut, mungkin itu sedikit yang bisa di jabarkan, karena saya tidak menemukan referensi yang pas untuk blogger di wikipedia Indonesia.

Sedang Sastrawan adalah istilah bagi orang-orang yang menghasilkan karya sastra seperti novel, puisi, sajak, naskah sandiwara dan lain-lain. Oleh karena itu, penyair, penulis, pujangga, serta profesi-profesi terkait lainnya bisa dikelompokkan sebagai sastrawan juga. (sumber wikipedia).Halaman blog banyak sekali ragam nya jika kita telusuri dari sejumlah web blog yang sudah tak bisa dihitung dengan jari tangan, kaki, bahkan pinjem jari hewan.. heheh.. :) .

Postingan saya ini bukan untuk menunjukan sebagai seorang sastrawan, jauh api dari panggang, dan saya baru gemar untuk menulis dari apa yang terlintas dari hasil temuan-temuan mata dan akal saja, tapi saya tidak menyangkal sudah banyak sastrawan dunia dan indonesia yang mulai memanfaatkan web blog untuk media sharing, dimana tulisan itu bisa disuguhkan secara online, dan dapat menampung komentar dari yang membacanya secara langsung, mudah bukan.

Karena judul nya menyinggung Sastrawan, maka ada pertanyaan untuk para blogger sekalian…, Siapakah sastrawan yang kalian kagumi ???, sebelum kalian menjawab saya akan menjawab terlebih dahulu.. , bagi saya sastrawan yang saya kenal dari berbagai tulisannya adalah Pramoedya Ananta Toer, beliau adalah sastrawan Indonesia berkaliber dunia, yang mana karyanya sudah diterjemahkan samapai 42 bahasa bahkan bisa lebih.

Yang sama suka dengan PAT (sing. Pramoedya Ananta Toer), pasti tidak asing lagi, pasti sudah banyak berburu untuk koleksi dari novel-novel beliau, kisahnya yang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, dan selalu menarik untuk menjadi pembicaraan, intinya menurut saya PAT adalah sastrawan yang bercerita dengan kejujuran.. maksudnya.. apa yang sebenarnya harus diceritakan pada dunia dia telah katakan, walaupun konsekwensi nya harus dia (red. PAT) tebus di jeruji besi mulai dari masa kolonial belanda, orde lama (ORLA), sampai ke orde baru (ORBA).

Beliau (red. PAT) sudah bukan milik keluarga pram, atau pun kampung Blora bahkan Indonesia Pram milik semua bangsa. Karyanya sungguh memberikan ilham untuk ku menulis dengan mempertanggung jawabkan semua seperti apa yang beliau lakukan sejak 70 tahun silam, ada satu pernyataan yang sangat saya pegang sampai hari ini yang terilham dari karya beliau, Ia berbicara tentang Tuhan yang bisa dikantongi (The God who can be pocketed) dan Tuhan yang ada di atas langit (The God above the Skies). Tanpa tedeng aling-aling, Pram melontarkan kritik bagi manusia sekarang. Mereka lebih memilih barang berharga dan uang, ketimbang sesamanya yang menderita dan bumi yang menghidupnya. Mereka tak lebih dari manusia yang men-tuhan-kan barang dan uang.(dikutip dari 1000 wajah pram dalam kata dan sketsa)

PAT terasah di pergolakkan kemerdekaan, tetapi beliau sangat mengerti akan sebuah perbedaan, dan yang saya kagumi PAT sangat bersahabat dengan keturunan Tionghoa di Indonesia, terbukti atas karyanya yang berjudul “Pram dan Cina, coba lihat sekarang perbedaan antara mereka bermata sipit dan berkulit putih dengan mereka yang ber suku pribumi sangat jauh sekali (hanya di pergaulan mahasiswa dan relasi bisnis yang bisa terlihat keakraban mereka), pribumi menganggap mereka hanya pendatang seakan-akan mereka tiba-tiba muncul dengan sendiri nya dari perut bumi, dan begitu juga ketakuntan dari mereka berubah menjadi sungai yang menjadi jarak pemisah.

Bagi yang belum pernah membaca karya-karya PAT, bacalah untuk menemukan referensi dari sisi yang berbeda tentang sejarah bangsa ini, sekedar saran buat yang tertarik bacalah Tetralogi Buru yaitu : Bumi manusia, Anak semua bangsa, Jejak langkah, dan Rumah kaca.

pram_bumi_manusiaiconpram_anak_semua_bangsaiconpram_jejak_langkahiconpram_rumah_kacaicon

(sumber Gambar : Klik di sini !!! )

Buku cetakan awal :

tetralogy-buru

(sumber Gambar : Klik di sini !!! )

Tetralogi buru menunjukkan bahwa suara anak manusia tidak pernah bisa di kekang, walaupun diasingkan di Pulau Buru tapi lihatlah karya yang brilian tercipta. Sebuah pesan hebat yang telah disampaikan mendiang Pramoedya, untuk para pemuda negeri ini, karena perubahan itu terjadi hanya oleh pemuda bukan oleh para mereka yang telah tua, jangan takut bersuara lantang… katakanlah kejujuran itu dengan kebenaran.

Pram inspirasi untuk Blogger, Solok february 2009.


TAGS blogger sastrawan PAT Pramoedya Tetralogi Buru


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post