Saya benci kampanye

20 Mar 2009

Sejak dimulainya kampanye terbuka, setelah dimulainya para parpol dan calon legistatif berkampanye secara langsung/ terbuka mulai pada hari senin 17 Maret 2009 sampai hari ini, semua daerah serentak melakukan kampanye menyuarakan visi dan misi dan meminta dukungan dari masyarakat agar sudi memilih.

Saya dengan berani menyatakan sebagai warga Indonesia yang mungkin memiliki cara pandang berbeda dari para mereka yang berkepentingan terhadap percaturan politik dan kepemipinan di negeri ini. Saya benci kampanye, mengapa karena kampanye adalah suatu bentuk perkelompokan/ kotak/ group yang kemudian disebut Partai, apakah mereka lupa bahawa kebersamaan itu lebih baik, bukankah perpecahan itu sesuatu awal yang buruk, mereka dan mereka sangat tahu itu, tapi tetap saja ini harus berlangsung walaupun dengan selogan kebersamaan…, menyedihkan. Bagai mana bisa ini atas dasar sebuah kebaikan bersama, jelas-jelas setiap caleg dan parpol berebut suara dan simpatisan… bagaimana bisa ini disebut suatu kekompakan/ kebersamaan… oh… sulit aku mengartikan nya.

Berapa biaya yang di keluarkan setiap kampanye akan berlangsung, banyangkan miliyaran rupiah hilang seperti tertiup angin untuk mendanai aksi kampanye ini, menyedihkan ditengah-tengah krisis ekonomi yang menyengsarakan banyak rakyat kecil para partai politik dan caleg “membakar” uang di tengah kampanye, demi mendapatkan apa yang mereka kejar….

Saya benci kampanye, mengapa ?, karena kalo tidak ada kampanye mungkin pemandangan tengah kota sampai gang didalam dusun tidak semeraut seperti sekarang ini, dan jika semua dana kampanye dari seluruh partai di belikan beras untuk mensubsidi pangan di Indonesia… ???? banyangkan berpa stock yang tersedia untuk rakyat mendapatkan beras murah dan berkualitas.

Jika dana kampanye yang triliunan itu disalurkan menjadi Beasiswa, berapa anak yang tidak mampu bisa bersekolah, minimal Sekolah Dasar di daerah pelosok dan derah ekonomi yang sulit bisa di gratiskan dengan menggunakan dana itu semua, ahh… sudalah itulah pemimpin kita sekarang, itulah partai-partai di sini, itulah para cerdik pandai negeri ini, saya hanya ujung Jalan yang sempit, berkoar untuk sebuah gubahan bahwa kita semakin jauh dari kebersamaan.

Siapa yang berani menjamin bahwa yang kita pilih kelak akan membela yang lemah dan rakyat yang miskin, siapa bisa menjamin sistem liberalisme dan kapitalisme yang telah mengoyak-ngoyak negara ini, menjadikan masyarakat negeri ini menjadi konsumtif bukan produktif.

Pintarkah kita untuk memilih pemimpin yang Nasionalis, ???.


TAGS kampanye Benci Kampanye


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post