Sumpah Pemuda, Sumpah Gue Masih Muda

28 Oct 2009

Rabu 28 Oktober 2009, pagi ini mengingatkan aku satu tahun yang lalu pada artikel Pemuda Harapan Bangsa, hari ini yang ke 81 tahun kita mengenang kejadian bagamana besar dan heroik nya peranan pemuda mengoyakkan tirani di Negeri ini.

Satu tahun yang lalu, saya masih menulis dengan semangat yang membuat saya mengingat perjuangan para pemuda (red. pahlawan) menjadi embun penyejuk dikala menjalanani perjuangan hidup, hari ini aku masih dapat menulis dengan semangat yang engkau titipkan wahai pahlawan, bahwa perjuangan belum dan takkan berakhir.

Yang tua tergantikan oleh yang muda, yang muda akan menjadi tua dan akan di ganti yang kemudian hari menjadi dewasa, warisan apa yang telah kita peroleh dari para generasi diatas kita, mereka mewarisi bagaimana memanfaatkan kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan pribadi dan golongan sehingga membuat kemiskinan di negeri ini tak berkesudahan.

Reformasi mengoyakkan kelambu yang membungkus mulut kita untuk bersuara lantang dan garang, tapi kebebasan bersuara hanya menjadi klakson yang sebentar-sebentar terdengar dan tak memberikan dampak perubahn berarti di Negeri ini. Wahai pemuda coba telaah kisah heroiknya perjuangan pemuda Indonesia yang membuat gentar para penjajah, mereka bersatu dalam kesamaan, sama-sama terjajah, sama-sama dalam himpitan dan penderitaan, nah bagaimana dengan pemuda sekarang ?, jawab saya;

Saat ini pemuda akan sulit untuk bersatu, karena kondisi pemuda saat ini terbagi menjadi dua (besaran), pemuda yang menjalani hidup secara normal dalam arti tumbuh dikeluarga yang normal-bersekolah-kemudian kerja…, ya berjalan dengan lancar, dan ada pemuda yang mana dimasa anak-anak nya mereka sudah akrab dengan lampu merah, tidak sempat merasakan pendidikan, kehangatan keluarga, apa lagi mau berharap untuk dapat pekerjaan yang dapat diandalkan masa depan. Dua sisi ini sangat sulit untuk disatukan, jangankan untuk menanamkan rasa peduli kepada mereka berpikir positif saja kita hampir tidak pernah.

Belum ada program pemerintah yang berhasil dalam penyelesaian permasalahan pemuda yang tak-mengecap pendidikan, pemuda yang tak-mendapatkan lahan pekerjaan yang layak, pemuda yang tak-berkesempatan dalam perekonomian di Negeri ini. Kabinet Indonesia Bersatu II telah memasang jagoan-jagoan nya dalam posisi menteri yang akan membantu presiden RI dalam menjalankan roda pemerintahan, kita lihat saja dan kita berhak memberikan penilaian, apakah menteri Pemuda dan Olah Raga yang baru (Andi Alfian Mallarangeng) dapat menyatukan para pemuda menjadi satu kekuatan yang besar yang bisa mengubah bangsa ini.

Dihari ini 28 Oktober 2009, untuk memperingati hari yang bersejarah bagi bangsa ini, kalo dulu para pemuda bersumpah bahwa akan “Berbahasa satu, Bahasa Indonesia” namun itu sudah tidak bisa lagi dugunakan wahai pahlawan bangsa ini, karena jika tidak bisa berbahasa asing kami pemuda ini sulit untuk mendapatkan pekerjaan, walaupun dan hakekatnya kami bekerja di tanah Indonesia, yang artinya bahasa Indonesia sudah tidak ada nilai jualnya lagi di Negeri ini.

Terimakasih BlogDetik yang telah memberikan wadah bagi kami untuk bersuara di laman ini, walau suara kami dianggap sebagian orang miring dan pedas, seolah tak mengerti apa-apa, tapi blogdetik tetap mengijin kami untuk bersuara meskipun sumbang.

28 Oktober 2009, akankah membuat kami mewarisi semangat Pemuda (red. pahlawan) pada 81 tahun yang silam.


TAGS Sumpah Pemuda 2009


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post