• 6

    Mar

    untuk mu Kawan,.

    Sendiri dalam gelap malam, Sendiri dalam sunyi pagi, Terapung dipantai harapan mengejar magmah yang meluncur dari puncaknya mimpi. Menerjang kristal-kristal es dunia hitam, Membaur dalam bangkai, hirup emosi yang meledak-ledak, Bagai daun ku jatuh kekeringan, Berlari dengan keringat nanah mengerjar tumpuan waktu, Senja terlihat ada yang ganjil dihadapan ku kawan. Merintih memeluk sukma takkuasa berdiri tegar dalam himpitan dimensi yang mengiris-iris setiap element harapan ku, Jangan kau lihat aku dari kulit yang berkerut bak jeruk purut yang berlubang kawan, Pahami aku kau pastikan merasa, Bahwa persahabatan lebih berharga daripada ribuan keluarga, Ingatlah pesanku kawan suatu saat kita berjumpa pada liku dan tanjakan yang sama dalam dimensi apa dan mengapa. *) Aku ingin kau ada bukan ha
  • 26

    Feb

    Cintaku takkan usang

    Lewati lembah dan gunung sudah tiga purnama ku kembali Takkan terkalahkan dari kicauan burung kenari di pagi yang lembab tanah basah, pujianku padamu Bayu pun tak bisa mengibaskan rambutmu yang manja kubelai Darah sudah disetiap jejak kakiku, demi mendapat apa yang kau minta. Takkan tidurku 1000 purnama demi menjaga mu Hingga kau berlari mengerjar indah pelangi dilereng bukit, tuk meninggalkanku Harap badai membelah sukmaku, belum kan terobati. Bencimu pun laksana halilintar tuk membakar gurun tandus Tapi cintaku takkan usang, hingga tubuhku selapuk kayu pinus. Buktikanlah pada lautan, gurun dan Himalayah Bahwa cinta itu masih direlung hatiku, sampai beta terhendus maut. *). Kupersembahkan, untuk dunia yang menuntun air dan angin dan menyampaikan wangi dia di gersangnya hatiku, tiada pe
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post